PENGALAMAN BELAJAR SELAMA PANDEMI MULAI DARI PJJ, PTM 50%, DAN PTM 100%

 -today's Ayeshazhra-

seneng sekali akhirnya setelah belajar di rumah selama lebih dari 1 1/2 tahun, di bulan ini pemerintah sudah memperbolehkan untuk belajar dengan tatap muka 100%. senang sekali bisa berinteraksi dengan teman, berbincang dengan guru, jajan di kantin sekolah. aahh.. memang ini yang dinanti-nanti dari pengalaman bersekolah.


jadi ingat bagaimana rasanya dulu saat belajar masa-masa pjj, semuanya saya khawatir kan. dimulai dari kondisi laptop, kapasitas penyimpanan handphone, kekuatan jaringan wifi dan masih banyak lagi. ditambah suntuk tidak bertemu dengan teman-teman dan sulitnya interaksi aktif dengan guru membuat kondisi belajar saya dirumah cukup berantakan. saat pjj saya menambah akses pembelajaran dengan menggunakan les online, itung-itung agar ada yang mengajarkan sewaktu ujian mendadak. enak nya dari pembelajaran online ya hanya leha-leha dirumah, selebihnya tidak ada. apalagi tidak ada pemasukan uang jajan, rasanya pengen buru-buru sekolah saja.


awal oktober, pemerintah menetapkan sekolah dengan tatap muka 50%. mulai lega rasanya bisa bersekolah kembali walaupun hanya bisa melihat separuh dari teman teman. tapi yang penting sekolah deh, lumayan suntuk juga dirumah. pembelajaran tatap muka 50% ini memang ada kurang dan lebihnya menurut saya. kelebihan nya kita bisa lebih berkonsentrasi dalam belajar karena anak murid yang ada dikelas nya sedikit jadi kelas tidak terlalu berisik. kekurangan nya pembagian materi nya menurut saya menjadi lebih berantakan apalagi dengan sistem masuk yang bergantian, saya agak terganggu dengan hal itu. selebihnya ya sama saja.


saat awal januari baru lah pemerintah memberikan kebijakan tatap muka 100%, hari dimana saya seperti baru pertama kali sekolah karena bertemu seluruh teman-teman. agak heran ternyata banyak juga teman-teman saya ternyata. untuk tatap muka 100% ini memang full senyum sih. uang jajan lancar, pembagian materi lancar, tugasnya juga lancar sih hehe. ternyata asik juga belajar dengan pertemanan yang penuh, bisa bercanda dan berbagi tawa dengan guru persis di SMP dulu. pertemuan dengan teman yang solid memang kebahagiaan yang nyata. intinya selalu bersyukur atas apa yang diberikan tuhan dan yang paling penting tetap menjaga kesehatan agar pandemi tidak bisa memutus sistem pendidikan lagi.



Komentar